Keren! Ternyata istilah otomotif banyak berasal dari bahasa Belanda
February 6, 2018
Spesifikasi Motor Honda Terbaru
February 7, 2018
Show all

ECU bisa rusak, ini penyebabnya

Samarinda – Techonolgy always grows, itulah kalimat yang melekat dalam dunia digital tak terkecuali dalam dunia otomotif. Sejak tahun 2009, teknologi injeksi telah menjadi perbincangan hangat dalam dunia otomotif roda dua. Tetapi masih banyak orang yang belum memahami apa sebenarnya teknologi injeksi itu dan apa fungsi dari Engine Control Unit (ECU) pada teknologi injeksi tersebut. Sebelum adanya ECU, campuran udara – bahan bakar, waktu pengapian dan kecepatan idle di-control dengan cara mekanis dan pneumatik. Pada artikel ini, kita akan mempelajari bagaimana prinsip kerja dari ECU sehingga bisa menjadi komponen penting dalam teknologi injeksi.

Engine Control Unit (ECU) adalah alat control elektronik yang berfungsi untuk mengendalikan serangkaian actuator pada mesin pembakaran dalam, seperti: ignition dan injection. Secara singkat, ECU merupakan otak dari suatu kendaraan yang telah di-computerize. Selain sebagai fungsi control, ECU juga berfungsi sebagai alat protection system pada suatu kendaraan. Jika terdapat sesuatu yang hal yang aneh, maka sensor akan mengirimkan sinyal kepada ECU untuk mematikan seluruh sistem yang ada pada kendaraan tersebut.

ECU ini biasa juga disebut dengan istilah ECM (Engine Control Module). Dalam meningkatkan kinerja mesin, ECU merupakan pilihan yang efisien karena hanya dengan memainkan variasi dari waktu timing dan campuran udara-bahan bakar akan menghasilkan daya yang optimal dari suatu mesin.

Kalau selama ini kita suka langsung menghidupkan mesin begitu kontak diputar ke posisi On, lebih baik jangan sering-sering dilakukan deh.

Apalagi mesin motor yang kita hidupkan berteknologi injeksi. Salah-salah, ECU sebagai otak bisa rusak.

Ibarat tubuh manusia yang baru bangun tidur, mesin butuh waktu untuk beraktifitas. ECU harus memastikan semua sensor berfungsi sebelum bekerja.

Kalau lagi tidur dibangunkan dengan kaget pasti kepala pusing kan? Di mesin pun sama, tapi efeknya tidak bisa langsung dirasakan.

Nah, biar ECU enggak kaget, tunggu paling tidak selama 5 detik sejak pertama kali kontak diputar ke posisi On.

Memperbesar peluang kerusakan ECU itu pasti. Karena ECU terus menerus dipaksa bekerja dalam kondisi tidak siap. Kalau sensor tidak akan terkena dampaknya. Hanya ECU saja yang bermasalah sebagai otak di sistem injeksi.

Kendati memang belum pernah ada kasus ECU rusak gara-gara mesin motor langsung dihidupkan, tapi untuk jaga-jaga enggak ada salahnya kan.

Kan mencegah lebih baik, daripada mengobati. Betul enggak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat