Lirik Kembali Motor Bebek Honda Revo X Terbaru
February 19, 2018
Motor Klasik CG125 Masih Menjadi Andalan Di Asia
February 21, 2018
Show all

Kenapa Harus Motor Gigi Bagi Yang Baru Belajar? Ini Alasannya

Samarinda– Saat ini tipe sepeda motor yang ditawarkan pabrikan otomotif roda dua semakin beragam. Yang paling diminati saat ini adalah motor tipe skuter matik (skutik) karena kemudahan pemakaiannya tanpa perlu mengoper gigi.

Tapi, untuk belajar naik motor, sebaiknya gunakan motor manual, baik motor bebek atau motor yang pakai tuas kopling di tangan kiri. Kenapa? Instruktur Safety Riding Astra Honda Motor (AHM) Hendrik Ferianto mengatakan ketika orang sudah bisa naik motor manual, otomatis dia bisa menggunakan motor matik. Tapi, orang yang baru bisa naik motor matik belum tentu bisa bawa motor manual.

Matik itu gampang tapi bahaya. Kenapa kalau belajar sepeda motor itu harus manual? Karena kalau belajar dari manual, yang pertama dilakukan adalah menguasai gas dan kopling. Kalau matik kan gas, rem, gas, rem aja. Kalau matik tidak belajar bagaimana mengkoordinasi antara kopling dan gas. Sehingga feeling kontrol gas dan persneling tidak akan sebagus yang belajar langsung motor manual.


Keuntungan belajar pakai motor manual adalah koordinasi antara gas dan kopling benar-benar terkontrol. Begitu ada gap antara gas dan kopling, mesin bisa mati tiba-tiba.

Sedangkan matic hanya cukup gas tanpa khawatir akan mati. Sehingga secara kemampuannya rendah. Mereka hanya tahu gas saja.

Selain itu, ketika menggunakan motor manual, pengendara dituntut untuk membuka dan menutup gas ketika ganti gigi. Secara refleks, kata Hendrik, hal itu bisa membuat pemotor terbiasa untuk menutup gas saat pengereman.

“Itu ada efeknya. Secara tidak sadar, kita belajar kontrol buka-tutup gas. Buka gas, ganti gigi, tutup gas dulu. Sehingga ketika naik motor matik, sudah tahu kontrol gasnya seberapa. Mau 40 km/jam, cukup buka gas segini. Sehingga feeling-nya terkontrol. Sehingga dalam kondisi panik, kita udah belajar nutup gas, kita kurangi gigi, untuk membantu menurunkan kecepatan. Kalau matik kan nggak. Kadang-kadang ngerem, tapi gasnya tetap kebuka. Itu bahaya,” jelas Hendrik.

“Karena saat orang panik, tubuh bergerak tidak berdasarkan logika. Tubuh bergerak berdasarkan refleks. Refleks muncul karena kebiasaan,” sambungnya.

Maka dari itu, biasakan untuk tutup gas saat pengereman. Jangan malah mengerem, tapi motor tetap digas. Yang ada malah motor bisa terjatuh. Misalnya rem depan ditarik, sementara gas tetap dibuka, maka ban belakang berpotensi spin dan motor bisa terjatuh.

Baca juga : Lirik Kembali Motor Bebek Honda Revo X Terbaru

Sekian tentangĀ Kenapa Harus Motor Gigi Bagi Yang Baru Belajar? Ini Alasannya semoga dapat menambah pengetahuan dalam berkendara. Jika postingan in bermanfaat bagi pembaca maka sebarkan melalui sosial media pembaca agar kerabat dan orang-orang tersayang di sekitar anda dapat mengetahui manfaat yang sama.

Safe Ride and Salam Satu Hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WhatsApp us